Dosayang harus ditanggung dalam pacaran akan dibayar Allah dengan pahala. Jadi, cocok atau tidaknya kita dengan pasangan bukan karena pacaran, tetapi karena kesiapan untuk menerima pasangan kita KitaMemang Nggak Kebelet Nikah, tapi Sedihnya Orang Tua yang Jadi Skakmat. Saya agak sebal saat membaca artikel 12 Oktober 2017 berjudul “ Jadi Perempuan Lajang Bukan Dosa! ” yang ditulis oleh Sis Maria Fauzi. Membaca tulisan tersebut bikin saya ngedumel panjang dan berakhir dengan kalimat, “Jadi jomblo/nggak nikah Buya Yahya menjelaskan satu dosa ini penyebab seorang anak jadi durhaka terhadap orangtuanya. Bahkan Buya Yahya menyebut anak tersebut akan lebih kurang ajar daripada orang tua Dalamurusan cinta, sebenarnya keinginanku sederhana: partner yang bisa diajak bicara dan bertutur sapa hingga hari tua. Percakapan pun boleh tentang apa saja, dari acara televisi yang semakin lama semakin memusingkan, musik anak muda yang kadang juga membingungkan, hingga si bungsu yang sudah lama tak menelepon atau si menantu yang kita OriginalPosted By megatron21 Kalo bohongnya kayak gitu mah bisa dimaklumi gan. Tapi kalo untuk hal2 krusial yg memang berpotensi menyakitkan, daripada bohong kalo ane lebih baik jujur. Toh, menyakitkan atau nggak tergantung cara penyampaiannya kok. Contoh : Ane punya temen, badannya bau trus duduk di sebelah ane. Tidaklahpantas menangisi orang yang belum halal untuk kita sedangkan kita tidak pernah menangisi dosa-dosa yang pernah kita lakukan pada Allah. Apalah yang telah dia lakukan dibanding dengan segala nikmat dan pemberian yang Allah berikan untuk kita selama ini, jadi kenapa kita harus menangis bukankah Allah yang telah mencukupi kebutuhan kita Pagiitu juga darah terus mengalir dari dahinya yang tertancap mahkota duri lambang penghinaan. Tubuh lemah itu tak kuat menanggung salib yang berat beban di jalan yang terus menanjak menuju sebuah bukit. Dengan perjuangan keras memaksa diri, sampailah Ia di puncak bukit yang oleh orang-orang disebut Bukit Tengkorak, tempat perhentian bagi para Demikianjuga kita sebagai orang tua yang menginginkan anak-anaknya supaya rajin belajar. Langkah pertama kea rah sana adalah kita harus menimbulkan perhatian atau minat. Jika kita tidak menimbulkan minat atau perhatian, maka orang tidak akan memperhatikan apa yang Anda tulis atau katakana. Banyakyang telah terjerumus dalam kehancuran akibat dari gagal menahan nafsu yang harus ditanggung seumur hidup. Sangat disarankan bagi orang-orang yang sudah cukup umur bersegera untuk menikah sah secara agama dan hukum pemerintah. namun juga orang lain seperti orang tua, teman, keluarga, pacar, dan lain sebagainya. 2. Jangan Melakukan Catatan Hukum keenam ini juga dikutip dalam ayat-ayat di bawah ini, tetapi dalam ayat-ayat tersebut tidak terlihat dalam hubungan dengan apa / siapa hukum itu digunakan. ¨ Mat 19:18 - “Kata orang itu kepadaNya: ‘Perintah yang mana?’ Kata Yesus: ‘Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta”.Bdk. Mark 10:19 Lu 18 hCWhnB. Ilustrasi. [Foto TikTok] – Pada zaman kini, tak sedikit muda-mudi yang dibolehkan bebas berduaan dengan pacarnya, bahkan hal itu atas ijin kedua orang tuanya. Tak hanya itu, ada juga yang tak sungkan-sungkan datang ke rumah pacarnya dan dibiarkan berdua-duaan di ruang tamu. Lantas, kemana orangtuanya ya, apakah mungkin sembunyi di dapur agar kedua muda mudi itu leluasa bergerak. Itu baru saja di rumah yang ada orang tuanya, keduanya sudah lancang berdua-duaan tanpa ada ikatan yang dihalalkan. Apalagi jika dibiarkan berdua-duaan berdua di luar sana. Kira-kira apa saja yang akan dilakukan dua insan yang tengah dimabuk cinta itu. Tentu saja hal yang leluasa bagi setan untuk menggoda pasangan itu melakukan zina. Sekalipun itu hanya sekedar saling pegang tangan, namun yang namanya bukan muhrim, tetap saja sudah termasuk ke dalam perbuatan zina. Ada juga yang mengajak pergi pacarnya jalan-jalan ke tempat wisata, atas ijin orangtuanya. Lantas apakah yang dilakukan orang tua itu benar. Menurut agama Islam, pacaran saja hukumnya haram. Namun, bagaimana jika pacaran sudah dizinkan oleh kedua orang tuanya. Pasalnya, menurut agama Islam, bagi orang tua yang memberi izin atau pun membiarkan anaknya untuk berpacaran, maka orang tua tersebut akan mendapatkan siksaan di akhirat kelak. Sebuah video diunggah oleh akun unialfi lewat aplikasi TikTok. Dalam video tersebut, Uni Alfi mengungkapkan dua hal yang dirasakan orang tua di akhirat nanti ketika ia mengizinkan anaknya berpacaran di dunia. Lantas, inilah siksaan yang diterima oleh orang tua di akhirat kelak jika membiarkan anaknya berpacaran. Siksaan yang pertama, jika anaknya berpacaran. makan malaikat zabaniyah yang ada di neraka naik ke kubur orang tuanya dengan membawa batu kerikil dari neraka. Batu itu diletakkan pada tangan orang tuanya. Karena begitu panasnya hingga otaknya mendidih dan membuatnya hancur. Sikasaan kedua yaitu kalau ada anak sudah melakukan zina. Maka malaikat Zabaniyah tidak membawa batu, tapi ia membawa tombak 16 mata lalu ditusukkan ke badan orang tua dari anak yang telah berzina tersebut. Nauzubillah. JAKARTA - Aktivitas berpacaran seolah sudah menjadi hal lumrah dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Padahal, agama Islam dengan jelas melarang pacaran karena dinilai mendekati perbuatan zina. Di dalam Alquran surah Al Isra Ayat 32, Allah SWT telah mengingatkan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya, "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa berpacaran masuk dalam kategori zina. Dalam Islam, zina adalah persetubuhan antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan. Dosa juga akan timbul meski hanya "sekadar" berduaan dan berpegangan tangan di antara yang bukan mahram. Jika anak tumbuh remaja dan sudah mulai berpacaran, dosanya ditanggung siapa? Orang tuanya kah atau anak itu sendiri? Dalam kanal Youtube Al Bahja TV, di video bertajuk "Dosa Pacaran Orang Tua yang Menanggungnya, Benarkah?" Buya Yahya mengatakan, siapa saja yang memperbolehkan anaknya berpacaran, apalagi sampai melakukan hubungan badan tanpa ikatan pernikahan, maka orang tuanya itu akan dimintai tanggungjawab soal didikan kepada anaknya semasa ia hidup. Sebaliknya, orang tua akan bebas dari pertanggungjawaban di akhirat bila sudah mengajarkan anaknya untuk tidak bermaksiat. Namun bila anaknya itu sudah dididik namun diabaikan, maka anak itu yang akan menanggung dosanya dan terbebas dari tuntutan Allah SWT. "Seorang anak jika bermaksiat, tidak akan dosanya kepada sang bapak kecuali karena bapak tidak mendidik. Kalau bapaknya tidak mendidik, baru dapat bagian, karena anak protes, bapak saya tidak mendidik saya," ujar Buya kepada jamaah. Namun, jika seorang bapak sudah mendidik anak namun anaknya masih menyeleweng, maka orang tua tidak akan dituntut oleh Allah. "Tinggal pacarannya itu hasil didikan Sanga bapak atau tidak. Kalau didikan sang bapak, dapat bagian itu bapak," ujar alumnus S2 Universitas Al-Ahgaf, Hadramaut, Yaman ini. Dewasa ini, bukanlah hal yang baru lagi ketika kita melihat pasangan remaja putera dan puteri dipinggir jalan, di kafe, restoran, jembatan, atau di mana saja. Mereka nampak asyik mengumbar yang katanya disebut sebagai sesuatu yang mesra itu. Menunjukkan betapa bahagianya mereka saling memiliki satu sama lain dibalik sebuah—yang katanya—jalinan hubungan bernama segan oleh mereka berdua-duaan baik di tempat umum bahkan di tempat yang jauh dari keramaian. Padahal, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;“Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” H. R. MuslimOh, salah jika hanya menyebut para remaja saja yang berbuat demikian, karena orang dewasa pun juga banyak yang melakukannya. Sedihnya, budaya pacaran itu bahkan sudah menancapkan akarnya pada anak-anak belia yang masih duduk dibangku sekolah dasar berseragam merah dan putih. Sungguh miris budaya pacaran itu adalah budaya asing yang masuk ke Indonesia akibat daripada globalisasi. Karena filter yang kurang, akhirnya banyak yang ikut terjerumus dalam budaya tersebut. Padahal, harusnya diketahui bahwa pacaran tidak lain adalah perbuatan dosa yang ujungnya akan mendekati kepada zina yang merupakan dosa Pacaran dalam IslamTidak pernah dibenarkan adanya hubungan pacaran di dalam Islam. Justru sebaliknya, Islam melarang adanya pacaran di antara mereka yang mukan muhrim karena dapat menimbulkan berbagai fitnah dan dosa. Dalam Islam, pacaran adalah haram. Oleh sebab itu, Islam mengatur hubungan antara lelaki dan perempuan dalam dua hal, yakniHubungan MahramYang dimaksud dengan hubungan mahram, seperti antara ayah dan anak perempuannya, kakak laki-laki dengan adik perempuannya atau sebaliknya. Oleh karena yang mahram berarti sah-sah saja untuk berduaan dalam artian baik dengan lawan dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 23 disebutkan bahwa mahram yang tidak boleh dinikahi daripada seorang laki-laki adalah ibu, nenek, saudara perempuan kandung maupun se-ayah, bibi dari ibu maupun ayah, keponakan dari saudara kandung maupun sebapak, anak perempuan anak kandung maupun tiri, ibu susu, saudara sepersusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Dalam hubungan yang mahram, wanita boleh tidak memakai jilbab tapi bukan mempertontonkan Non-mahramSelain daripada mahram, artinya laki-laki dibolehkan untuk menikahi perempuan tersebut. Namun, terdapat larangan baginya jika berdua-duaan, melihat langsung, atau bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Untuk perempuan, harus menggunakan jilbab dan menutup seluruh auratnya jika berada di sekitar laki-laki yang bukan mahramnya Pacaran dalam Agama IslamIslam melarang pacaran bukan tanpa sebab. Pacaran itu, selain daripada mendekati zina yang merupakan dosa besar, juga bisa menimbulkan berbagai macam bahaya yang kesemuanya tidak hanya akan merugikan diri sendiri tetapi juga orang Mendekati zinaIni merupakan bahaya pasti yang disebabkan oleh pacaran. Laki-laki diharuskan menjaga pandangannya dari perempuan, dan perempuan pun harus sadar diri akan keberadaannya dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Hadist dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, mengatakan“Rasulullah SAW berkata kepada Ali Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu dimaafkan dan pandangan kedua tidak untukmu tidak dimaafkan.” H. R. Abu Dawud.Bahkan, jika ada yang mengaku pacaran dalam jarang jauh atau yang lebih dikenal dengan LDR long distance relationship sama saja perkaranya. Zina bukan berarti bertemu lantas melakukan hubungan intim tanpa ada ikatan pernikahan. Bahkan ketika si laki-laki mengirimkan pesan pendek kepada si perempuan, itu juga mendekati bisa jadi sudah termasuk dalam zina hati dan pikiran. Memikirkan betapa bahagianya saat mengirimkan pesan tersebut sambil membayangkan wajah satu sama lain, bertamblah lagi Menghilangkan konsentrasiAda yang bilang pacaran itu bisa menjadi penyemangat untuk belajar atau bekerja? Sungguh salah pemikiran yang demikian. Nyatanya, pacaran itu hanya menguras otak dan membuyarkan konsentrasi. Fokus belajar justru hilang dan pekerjaan jadi terabaikan. Pacaran itu tidak mudah, sebab melibatkan dua kepala, bahkan bisa tiga, empat, dan seterusnya, dengan prioritas utama adalah “bagaimana-caranya-membahagiakan-si-pacar.”Akibatnya, berbagai cara dilakukan hanya demi membuat senang satu sama lain. Rela meninggalkan pekerjaan dan membuang waktu belajar hanya demi menemani sang Pacar berjalan-jalan. Jika suatu saat terjadi yang nama perselisihan, justru akan memicu stres yang menyebabkan semangat belajar menjadi hanya dengan memikirkan si Pacar saja sudah banyak menyita waktu dan membuatnya terbuang secara sia-sia. Padahal, tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah melanggar perintah Allah SWT dan hanya menumpuk dosa Penyebab banyak kerugianSalah satu bagian daripada budaya pacaran itu adalah usahanya memberikan kebahagian bagi pasangan padahal tanpa ia sadari itu hanya sia-sia. Rela menghabiskan waktu, uang dan harapan hanya demi seseorang yang bahkan belum tentu adala jodohnya. Padahal, lebih baik jika waktu itu digunakan untuk beribadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah uang yang digunakan untuk pergi menonton film di bioskop, makan di restoran mewah, membeli ini itu untuk pacar, disedekahkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Sedekah bahkan memberikan berkah kepada harta kita, sedangkan pacar?—Percayalah, senyum dari mereka yang menerima bantuan kita jauh lebih indah dibandingkan senyuman pacarmu itu. Belum lagi jika seluruh biaya yang dikeluarkan tak jarang bukan dari penghasilan sendiri melainkan dari orang tua, sering terjadi pada remaja, bertambahlah beban orang dari hasil pendapatan sendiri, tetap saja tidak benar hubungan pacaran tersebut karena jika memang seorang laki-laki itu bersungguh-sungguh, ia tidak akan datang ke rumah hanya untuk mengajak jalan wanitanya, tapi lelaki yang serius akan datang ke rumah membawa orang tua/walinya dan melamar wanita yang dicintainya tersebut dihadapan orang Mengganggu kehidupan bermasyarakatOrang yang berpacaran sering meresahkan masyarakat dan menimbulkan berbagai fitnah, terutama mereka yang sering berdua-duaan di tempat sepi misalnya di dalam kost-kostan. Sering kita mendengar adanya penggrebekkan kost mesum dan menemukan banyak pasangan yang tidak sah tertangkap. Di dalam kehidupan bermasyarakat, ini benar-benar merusak moral dan akan menjadi contoh yang teramat buruk bagi anak-anak yang bagi remaja yang sudah terjerumus dalam budaya pacaran tersebut, berikut adalah bahaya yang semetinya mereka dan orang tua ketahui agar segera bisa meninggalkan perilaku tersebut. Juga bagi remaja yang tidak melakukannya, agar semakin berhati-hati agar tidak terjerumus1. Mudah terjerumus ke perzinaanSeringkali remaja akan menyangkal bahwa mereka tidak akan melakukan hal-hal yang demikian. Mereka akan berpacaran yang sehat, katanya. Padahal, tidak ada berpacaran yang sehat kecuali setelah menikah. Bagaimanapun juga, pacaran adalah perbuatan dosa. Setiap manusia yang berbuat dosa, iblis adalah kemana pun ia berpijak, akan ada iblis yang senantiasa menemani dan membisikinya rayuan-rayuan kemaksiatan sehingga ia semakin terlena dalam berbuat dosa. Awalnya hanya berpandangan, kemudia berpegangan tangan, mulai berdua-duaan, dan akhirnya melakukan yang tidak sepantasnya untuk SAW bersabda yang artinya;“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa memegang dengan keras, kaki zinanya melangkah berjalan dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan direalisasi oleh kelamin atau digagalkannya.” H. R Bukhari.2. Melemahkan imanSudah dari akarnya bahwa pacaran itu dosa. Setiap orang yang berbuat dosa, ada iblis yang menemaninya. Meniupkan berbagai rayuan agar orang itu semakin terjerumus dalam dosa. Iming-imingnya sangat banyak, padahal kesemuanya hanya pemuas nafsu belaka. Bahkan, yang awalnya tidak tergoda pun bisa saja banyak waktu dihabiskan hanya untuk sang Pacar. Cinta setengah mati, katanya. Sampai-sampai cinta pada Sang Pemilik Nyawa pun terabaikan. Setiap hari hanya mengingat wajah kekasih, namun lupa pada Allah SWT. Naudzubillah, sungguh yang demikian sudah menjadi orang yang Mengajarkan kepada kemunafikkanOrang yang pacaran itu mengajarkan diri untuk menjadi munafik. Berbohong ini itu hanya demi membuat si pacar senang. Bahkan mengumbar janji-janji yang belum tentu bisa ditepati bahkan tak jarang aslinya hanya bualan semata. Berusaha menunjukkan sisi terbaik padahal dibelakangnya seling mengumbar rayuan romantis hanya agar si pacar tidak curiga. Tidak hanya dihadapan sang pacar, tapi juga akan melakukan hal yang sama di hadapan orang tua. Jadilah mereka sebagai pembohong yang luar Mengurangi produktivitas dan minat belajarSiapa bilang pacaran bisa meningkatkan semangat belajar? Coba pikirkan kembali ke dasarnya bahwasanya pacaran itu adalah dosa. Selama berpacaran, artinya Anda akan terus memupuk dosa sepanjang waktu. Dari tiap-tiap yang namanya dosa, tidak akan terdapat kebaikan di sebaliknya, waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk belajar, justru lebih banyak dihabiskan bersama pacar. Uang pemberian orang tua yang semestinya dipakai untuk kepentingan pendidikan, malah dipakai untuk bersenang-senang. Zaman sekarang, dedikasi tinggi kepada pacar nampaknya adalah prioritas utama dibandingkan dengan diri tak jarang banyak yang malas belajar, sering tidak mengerjakan tugas, kebanyakan berhayal, lalu ujung-ujungnya adalah keteteran dan tinggal kelas atau terlambat Menjadikan hidup borosSeringkali memberikan ini itu kepada pacar bahkan lebih sering daripada apa yang dilakukan kepada orang tua sendiri. Padahal, apa yang diperoleh dari semua itu? Apakah dengan membelikan atau mentraktir sesuatu terhadap pacar maka artinya kita berinvestasi di dalam masa depan?Justru sebaliknya, pacaran hanyalah penyebab kantong kering yang akan membuat kepala pusing hingga nanti ujung-ujungnya merengeklah pada orang tua untuk mendapat tambahan uang belanja sekaligus Pemicu tindak kriminalIni mengerikan. Ketika mendengar berita tentang remaja yang membunuh remaja lainnya hanya karena berebut pacar. Luar biasa. Katakanlah dengan kasar, bahwa mereka lebih rendah daripada hewan manusia memiliki akan, bukan? Apakah dengan menghilangkan nyawa orang lain, maka akan berjodoh dengan pacar yang diperebutkan? Yang ada, Anda akan berjodoh dengan iblis dan bersama-sama menghuni SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, beliau memberikan saran seperti berikut;“Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.” H. R. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi.Ingat, pacaran itu DOSA!Artikel TerkaitCara Menghindari PacaranPacaran Beda AgamaHukum Zina TanganTa’aruf Menurut IslamLarangan Minuman Keras Dalam IslamLarangan Saat Haid Dalam IslamLarangan Berpacaran Dalam IslamGhibah Dalam IslamFitnah Dalam IslamAlkohol Dalam IslamBahaya Berbohong Dan Hukumnya Dalam IslamPacaran Dalam IslamHukum Percaya Ramalan Menurut IslamZina Dalam IslamRi’ya Dalam IslamBahaya Lidah Menurut Agama IslamPenyebab Amal Ibadah Ditolak dalam IslamManfaat Menghindari GhibahCara Menghindari Pelet Menurut IslamCara Menghindari GhibahBahaya ISIS Bagi Kehidupan BernegaraWanita Muslimah Menurut IslamDosa Besar dalam Islam Hukum Menyakiti Hati Orang Lain dalam IslamKeutamaan Menyambung Tali SilaturahmiArtikel LainnyaMandi WajibPandangan Islam Terhadap TerorismeAliran Ahmadiyah Sesat atau Tidak ?Jual Beli Menurut IslamAliran Syiah dalam Ilmu KalamCara Menghitung Zakat MaalPosisi Tidur Menurut IslamDasar Ekonomi IslamEmansipasi Wanita dalam IslamCara Menjaga Pandangan MataHukum Ziarah Kubur Cara Membahagiakan Istri TercintaKeutamaan Doa Seorang IbuIjtihad dalam Hukum IslamZakat MaalDoa Mustajab untuk Menghadapi UjianApa itu Syiah dan SunniPuasa RamadhanNikah Gantung Menurut IslamPersiapan Pernikahan Dalam IslamQurban dan AqiqahAyat Pernikahan Dalam IslamFiqih PernikahanPuasa Sebelum MenikahCara Menjaga Hati Sebelum MenikahMenikah Tanpa CintaHukum PernikahanPernikahan Sedarah Hukum Talak Dalam PernikahanHukum Menikahi SepupuNikah Tanpa WaliShalat SubuhKewajiban Suami terhadap Istri dalam IslamMencukur Bulu Kemaluan Dalam IslamPengertian Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah dan WathaniyahHukum Bacaan TajwidPindah Rumah Menurut IslamCara Mendidik Anak Dalam IslamTujuan PendidikanPembagian Harta WarisanHukum Mengeluarkan Air Mani dengan SengajaFungsi AgamaMacam – Macam Mukjizat NabiRumah Tangga Menurut IslamAlif Lam SyamsyahMerayakan Valentine Dalam IslamSunnah Rasul Malam JumatTaubatan NasuhaKeluarga Bahagia Menurut IslamFungsi Hadist terhadap Al-QuranKeutamaan Surat Al KahfiCara Membersihkan NajisAsal Usul Bulan MuharramBersumpah dalam IslamAnak Durhaka Dalam IslamTanda – Tanda KiamatTasawuf SyiahCara Menghapus Dosa ZinaTujuan Pendidikan IslamProses Penciptaan Manusia Hati Nurani Menurut IslamHubungan Akhlak dan TasawufPuasa Ramadhan dan Cara PelaksanaannyaWanita yang Baik Dinikahi Menurut IslamShalat HajatManfaat takbir Istri – Istri Nabi Muhammad SAWManfaat Menggunakan CadarHukum Keluar Air Mazi dengan SengajaManfaat TawakalEtika Pemasaran Dalam IslamKeluarga Dalam IslamShalat Jum’atMahar Pernikahan dalam IslamTunangan Dalam IslamHukum Menikah Saat HamilPernikahan Beda AgamaNikah Siri dalam IslamRukun Nikah Dalam IslamWali Nikah JandaKehidupan Setelah MenikahSyarat Wali NikahRukun Nikah Dalam IslamDoa Agar Dipermudah Segala UrusanKeutamaan I’tikaf di Bulan RamadhanHakikat Penciptaan ManusiaManfaat Diciptakannya Semut Dalam IslamMalam Lailatul QadarShalat Lailatul QadarIstiqomah Dalam IslamLDII Menurut MUICara Menjadi Wanita BaikManfaat Toleransi Antar Umat BeragamaCiri-Ciri Aliran Sesat Menurut IslamMacam-macam RibaTidur Dalam IslamKewajiban dalam Rumah TanggaTanda-tanda Kiamat BesarAdab Ziarah KuburAliran Islam di IndonesiaGafatar Sesat atau Tidak ?Perkembangan IslamCara Mandi Wajib bagi WanitaShalat TaubatManfaat Membaca Al- Qur’anPenerima ZakatKehidupan Rumah Tangga Dalam IslamShalat JenazahKeistimewaan RamadhanKedudukan Wanita Dalam IslamFungsi Al-Quran dalam KehidupanSyarat Pernikahan dalam IslamIman dalam IslamHubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan IhsanKonsep Manusia dalam IslamSyarat Penerima ZakatBahagia Menurut Al-QuranNama – Nama Nabi Dan RasulSombong dalam IslamPria yang Baik dalam IslamCara Membuat Hati Ikhlas Kehidupan Setelah MenikahTips Mengajar Anak BerpuasaSumber Pokok Ajaran IslamKewajiban MenikahAborsi dalam Pandangan IslamKhiyar dalam Jual BeliKeistimewaan Amalan IstighfarRukun ImanCara Menenangkan Hati Dalam IslamDoa Mustajab untuk Menghadapi UjianHukum Khitan Bagi PerempuanKewajiban Wanita dalam IslamFenomena LGBT Menurut IslamSukses Menurut IslamJenis-Jenis Najis dalam IslamIlmu Tauhid IslamHukum Menikahi Wanita HamilKewajiban MenikahPuasa Mutih Sebelum MenikahNikah Siri Dalam IslamKewajiban Wanita Setelah MenikahMenikah di KUA Dengan WNAHukum Menikah Muda Menurut IslamWanita yang Haram DinikahiBid’ah dalam IslamTata Cara Shalat Idul FitriAnak Perempuan dalam IslamHubungan Akhlak dengan ImanManfaat Beriman Kepada Allah SWTTingkatan Iman dalam IslamHukum Ekonomi SyariahKeutamaan Shalat Sunnah RawatibKeutamaan Puasa di Bulan SyawalJual Beli Terlarang dalam IslamHubungan Ilmu Kalam dengan FilsafatPengertian TasawufOrganisasi-Organisasi Pendidikan Islam di IndonesiaJenis-Jenis NajisKeutamaan Surat Al-KafirunHukum Saham dalam IslamHubungan Tasawuf dengan Ilmu KalamHikmah Jual BeliFalsafah Ekonomi Islamcara mengatasi depresi menurut islamHukum Tidak Membayar HutangKiamat Menurut IslamKeutamaan Sedekah di Bulan RamadhanPerekonomian dalam IslamContoh Jual Beli TerlaranZakat Penghasilan Menurut IslamBahaya SyiahPerbedaan Ghibah dan FitnahTransaksi Ekonomi dalam IslamCara Taubat NasuhaFungsi Iman Kepada Kitab AllahFungsi Iman Kepada Allah SWTHubungan Akhlak dengan ImanAsas Sistem Ekonomi IslamMembangun Rumah Menurut IslamHukum Mengucapkan Selamat Natal dalam IslamTips Menjadi Wanita ShalehahKewajiban Anak Perempuan Terhadap Orang Tua setelah MenikahHak dan Kewajiban dalam IslamCara Menjaga Keharmonisan Rumah TanggaTips Hidup Bahagia Menurut IslamTata Cara Qurban Idul AdhaCara Meningkatkan Iman dan TaqwaIman dalam IslamHujan menurut IslamSelingkuh Menurut IslamCiri – Ciri Orang Yang Tidak Ikhlas Dalam Beribadah Kepada AllahIbu Rumah Tangga dalam IslamHewan Halal Menurut IslamBunuh Diri dalam IslamBacaan Utama Doa Shalat TahajudBukti Islam Agama DamaiHukum Wanita Tidak Berjilbab dalam IslamFadhilah Menyantuni Anak Yatim di Bulan SuciHidup Bahagia Menurut IslamHukum Pinjam Uang di BankTujuan Hidup Menurut IslamHakikat Pendidikan IslamCincin Pernikahan Dalam IslamSyarat – Syarat Dalam Akad NikahCiri Wanita yang Baik untuk Dinikahi Menurut IslamCara Memilih Calon Pendamping Hidup Sesuai Syariat AgamaHukum Hamil Diluar NikahKriteria Calon Suami yang Baik Menurut IslamKriteria Calon Istri yang Baik Menurut IslamDosa Besar dalam IslamHukum Pergaulan Bebas dalam IslamTujuan Penciptaan ManusiaKeutamaan Mengucap Inalillahi Wainailaihi RojiunCara Menghilangkan Rasa CintaPengertian TakaburMencari Ketenangan dalam IslamShalat Malam Sebelum TidurManfaat Asmaul HusnaPengertian Rindu dalam IslamAmalan Nisfu Sya’ban Menurut IslamKeajaiban Asmaul HusnaTujuan Ekonomi Islam Zikir Sebelum TidurKelebihan PesantrenKelebihan Pesantren Sebagai Sebuah PendidikanKeutamaan Mendidik Anak PerempuanMualafIlmu Kalam dalam IslamAliran dalam IslamBahagia dalam IslamCara Menjaga Kesehatan HatiCara Agar Tetap IstiqomahKisah Cinta Nabi YusufContoh Transaksi Ekonomi dalam IslamKewajiban Laki-Laki Setelah MenikahAmalan di Bulan Ramadhan Bagi Wanita HaidPeran Wanita Dalam IslamKisah Nabi Muhammad Membelah BulanEkonomi Dalam IslamPrinsip-prinsip Ekonomi IslamKeutamaan Malam Nisfu Sya’banHikmah Beriman Kepada MalaikatHikmah Beriman Kepada Hari Akhir