Riseplarutan urea 1 molal = 1 mol urea dalam 1 kg air Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 2 molal Answer. Recommend Questions. nadhina27 May 2021 | 0 Replies . apa dampak pencemaran lingkungan akibat minyak bumi? farahdibaazzahra May 2021 | 0 Replies . tolong dijawab kak :) ikhsan8678 May 2021 | 0 Replies . ContohSoal Molalitas dilansir buku 'Praktis Belajar Kimia' karya Iman Rahayu. 1. Sebanyak 30 gram urea (Mr = 60 g/mol) dilarutkan ke dalam 100 gram air. Hitunglah molalitas larutan. Cara mengerjakan contoh soal molalitas: Mol urea = massa urea = 30 g = 0,5 mol. Mr urea 60 g/mol. Massa pelarut = 100 g = 100 = 0,1 kg. 1.000. Homepage/ Siswa / Tentukan fraksi mol urea dalam larutan urea 20%. Tentukan fraksi mol urea dalam larutan urea 20% Dimisalkan 100 gram larutan 20%, maka terdapat 20 gram urea dan 80 gram air. Mr urea = 60 dan Mr air = 18. Mol urea = 20/60 = 1/3. Mol air = 80/18 = 40/9. Fraksi mol urea Xt = mol urea / mol urea + mol air. Xt = 1/3 / (1/3 Materidan Contoh Soal Fraksi Mol Suatu Larutan. Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan antara jumlah mol salah satu komponen larutan (jumlah mol zat pelarut atau jumlah mol zat terlarut) dengan jumlah mol total larutan. Fraksi mol disimbolkan dengan χ . Misal dalam larutan hanya mengandung 2 komponen, yaitu zat B PENGEMBANGANLEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN NON-ELEKTROLIT BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (Skripsi) Oleh WENY SAGITA WAHYUNI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2016 ABSTRAK PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF Fraksimol adalah perbandingan jumlah mol suatu zat (nt) dalam larutan dengan jumlah mol seluruh zat (np) dalam larutan. Fraksi mol dirumuskan sebagai berikut: Sebanyak 6 gram urea dilarutkan ke dalam 900 gram air, berapakah molalitas larutan tersebut bila urea diketahui memiliki Mr sebesar 60. 20 Contoh Kalimat Konjungsi Aditif 1 We need to know the initial moles of acetic acid in the solution: 4.752 is the pK a of acetic acid x is the moles of sodium acetate produced by the NaOH reacting 0.001 -x is the amount of acetic acid remaining in solution. The moles of acetate will give us moles of NaOH since there is a 1:1 molar ratio between the two. 3) Continue solving: ContohSoal Fraksi Mol 1. Hitunglah fraksi mol masing-masing komponen larutan jika 30 gram urea (Mr = 60) dilarutkan dalam 90 gram air! Penyelesaian : Zat terlarut adalah urea, sedangkan zat pelarut adalah air, maka : mol(t) = gr(t)/Mr(t) = 30/60 = 0,5 mol mol(p) = gr(p)/Mr(p) = 90/18 = 5 mol maka fraksi mol urea dan fraksi mol air adalah : Sifatkoligatif larutan meliputi penurunan tekanan uap ( ΔP ), kenaikan titik didih (ΔTb ), penurunan titik beku ( ΔT f ), dan tekanan osmotik (π ). 3. Sifat koligatif larutan nonelektrolit dapat dirumuskan sebagai berikut. - ΔP = xAX P0 -ΔTb = m X Kb - ΔTf = m X Kf - π =M x R xT 4. Hitunglahfraksimol urea CO(NH 2) 2 dalam larutan urea 20%! (A r. C = 12, O = 16, N = 14, H = 1) 2. Sebanyak 9 gram glukosa (M r = 180) dilarutkan dalam 90 gram air (M r = 18), hitunglah fraksi mol glukosa dalam larutan! (14) 3. Bila fraksi mol urea dalam larutan adalah 0,2, berapa persen kadar urea dalam larutan tersebut? NG1Blp. SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL Kemolalan m Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol n zat terlarut dalam 1 kg = g pelarut. Oleh karena itu, kemolalan dinyatakan dalam mol kg-1. m = n/p m = kemolalan larutan n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut dalam kg Contoh Berapakah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air ? Jawab larutan 3 gram urea dalam 200 gram air. Mol urea = 3 /60 g mol-1 = 0,05 mol Massa pelarut = 200 gram = 0,2 kg m = n/p = 0,05 mol = 0,25 mol kg-1 0,2 kg Fraksi mol X Fraksi mol x menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1 XA + XB = 1 Contoh Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20% Mr urea = 60 Jawab Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram dan 80 gram air. Mol air = 80 g/ 18 g mol-1 = 4,44 mol Mol urea = 20 g/ 60 g mol-1 = 0,33 mol X urea = XB = 0,33 mol / 4,44 + 0,33 mol = 0,069 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN, TEKANAN UAP JENUH LARUTAN DAN TITIK DIDIH LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Sifat koligatif Sifat koligatif adalah sifat-sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut, tetapi tidak pada jenisnya. Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar dari pada larutan non elektrolit berkonsentrasi sama karena larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel terlarut yang lebih banyak. Tekanan Uap Larutan Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat itu. Semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan uap. Jika zat terlarut tidak menguap maka tekanan uap larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. Selisih antara uap pelarut murni P0 dengan tekanan uap larutan P disebut penurunan tekanan uap larutan ΔP. ΔP = P0 – P Menurut Roulth, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol terlarut, sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut. P = Xpel x P0 ΔP = Xter x P0 Zat terlarut menurunkan tekanan uap pelarut. Contoh Tekanan uap air pada 1000C adalah 760 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan glukosa 18% pada 1000C Ar H = 1, C = 12, O = 16 Jawab Dalam 100 gram larutan glukosa 18% terdapat Glukosa 18% = 18/100 x 100 gram = 18 g Air = 100 – 18 g = 82 gram Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Jumlah mol air = 82 g/ 18 gmol-1 = 4,55 mol Xpel = 4,55/4,55 + 0,1 P = Xpel x P 0 = 4,55 x 760 mmHg /4,55 + 0,1 = 743,66 mmHg Kenaikkan Titik Didih Larutan mempunyai titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah dari pada pelarutnya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikkan titik didih ΔTb. Rumus ΔTb = Kb x m Dimana m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikkan titik didih Contoh Tentukan titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kb air = 0,520C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTb = Kb x m = 0,2 x 0,520C = 0,1040C TITIK BEKU, DIAGRAM PT DAN TEKANAN OSMOSIS LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Penurunan Titik Beku Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan ΔTb = m x Kb dan ΔTf = m x Kf . Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ΔTf. Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku larutan dapat dijelaskan dengan diagram fase. Contoh soal Tentukan titik beku larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kf air = 1,860C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTf = Kb x m = 0,2 x 1,860C = 0,3720C Diagram Fase PT Menyatakan batas – batas suhu dan tekanan di mana suatu fase dapat stabil. Suatu cairan mendidih pada saat tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan permukaan Oleh karena larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah, maka larutan mempunyai titik didih lebih tibggi daripada pelarutnya. Tekanan Osmotik Osmosis adalah perembesan molekul pelarut dari pelarut kedalam larutan, atau dari larutan lebih encer ke larutan lebih pekat, melalui selaput semipermiable. Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Rumus л = M . R .T Larutan – larutan yang mempunyai tekanan osmotic sama disebut isotonic Contoh soal ; Berapakah tekanan osmotic larutan sukrosa 0,0010 M pada 250C ? Jawab л = M . R .T = 0,0010 mol L-1 x 0,08205 L atm mol-1K-1 x 298 K = 0,024 atm = 18 mmHg Jawabanfraksi mol urea dalam larutan urea 20% adalah 0 , 063 .fraksi mol urea dalam larutan urea adalah .PembahasanFraksi mol adalah ukuran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah mol sebagian zat terhadap jumlah mol total komponen larutan. Menghitung fraksi mol zat terlarut gr Urea gr air Mr urea Mr Air n t ​ n p ​ Xt ​ = = = = = = = = = = = = = = = = = ​ 100 20 ​ × 100 gr pelarut 20 gr 100 gr − 20 gr 80 gr Ar C + Ar O + 2 Ar N + 4 Ar H 12 + 16 + 2 14 + 4 1 60 2 Ar H + Ar O 2 + 16 18 Mr gr ​ = 60 20 ​ 0 , 3 mol Mr gr ​ = 18 80 ​ 4 , 44 mol n t ​ + n p ​ n t ​ ​ 0 , 3 mol + 4 , 44 mol 0 , 3 mol ​ 0 , 063 ​ Jadi, fraksi mol urea dalam larutan urea 20% adalah 0 , 063 .Fraksi mol adalah ukuran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah mol sebagian zat terhadap jumlah mol total komponen larutan. Menghitung fraksi mol zat terlarut Jadi, fraksi mol urea dalam larutan urea adalah . KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL Kemolalan m Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol n zat terlarut dalam 1 kg = g pelarut. Oleh karena itu, kemolalan dinyatakan dalam mol kg-1. m = n/p m = kemolalan larutan n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut dalam kg Contoh Berapakah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air ? Jawab larutan 3 gram urea dalam 200 gram air. Mol urea = 3 /60 g mol-1 = 0,05 mol Massa pelarut = 200 gram = 0,2 kg m = n/p = 0,05 mol = 0,25 mol kg-1 0,2 kg Fraksi mol X Fraksi mol x menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1 XA + XB = 1 Contoh Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20% Mr urea = 60 Jawab Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram dan 80 gram air. Mol air = 80 g/ 18 g mol-1 = 4,44 mol Mol urea = 20 g/ 60 g mol-1 = 0,33 mol X urea = XB = 0,33 mol / 4,44 + 0,33 mol = 0,069 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN, TEKANAN UAP JENUH LARUTAN DAN TITIK DIDIH LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Sifat koligatif Sifat koligatif adalah sifat-sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut, tetapi tidak pada jenisnya. Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar dari pada larutan non elektrolit berkonsentrasi sama karena larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel terlarut yang lebih banyak. Tekanan Uap Larutan Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat itu. Semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan uap. Jika zat terlarut tidak menguap maka tekanan uap larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. Selisih antara uap pelarut murni P0 dengan tekanan uap larutan P disebut penurunan tekanan uap larutan ΔP. ΔP = P0 – P Menurut Roulth, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol terlarut, sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut. P = Xpel x P0 ΔP = Xter x P0 Zat terlarut menurunkan tekanan uap pelarut. Contoh Tekanan uap air pada 1000C adalah 760 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan glukosa 18% pada 1000C Ar H = 1, C = 12, O = 16 Jawab Dalam 100 gram larutan glukosa 18% terdapat Glukosa 18% = 18/100 x 100 gram = 18 g Air = 100 – 18 g = 82 gram Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Jumlah mol air = 82 g/ 18 gmol-1 = 4,55 mol Xpel = 4,55/4,55 + 0,1 P = Xpel x P0 = 4,55 x 760 mmHg /4,55 + 0,1 = 743,66 mmHg Kenaikkan Titik Didih Larutan mempunyai titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah dari pada pelarutnya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikkan titik didih ΔTb. Rumus ΔTb = Kb x m Dimana m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikkan titik didih Contoh Tentukan titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kb air = 0,520C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTb = Kb x m = 0,2 x 0,520C = 0,1040C TITIK BEKU, DIAGRAM PT DAN TEKANAN OSMOSIS LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Penurunan Titik Beku Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan ΔTb = m x Kb dan ΔTf = m x Kf . Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ΔTf. Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku larutan dapat dijelaskan dengan diagram fase. Contoh soal Tentukan titik beku larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kf air = 1,860C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTf = Kb x m = 0,2 x 1,860C = 0,3720C Diagram Fase PT Menyatakan batas – batas suhu dan tekanan di mana suatu fase dapat stabil. Suatu cairan mendidih pada saat tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan permukaan Oleh karena larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah, maka larutan mempunyai titik didih lebih tibggi daripada pelarutnya. Tekanan Osmotik Osmosis adalah perembesan molekul pelarut dari pelarut kedalam larutan, atau dari larutan lebih encer ke larutan lebih pekat, melalui selaput semipermiable. Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Rumus л = M . R .T Larutan – larutan yang mempunyai tekanan osmotic sama disebut isotonic Contoh soal ; Berapakah tekanan osmotic larutan sukrosa 0,0010 M pada 250C ? Jawab л = M . R .T = 0,0010 mol L-1 x 0,08205 L atm mol-1K-1 x 298 K = 0,024 atm = 18 mmHg