Natal Immanuel dan Penyelamat. oleh admin · 24/12/2021. Matthew 1:18-25. Di dalam Dia “berdiam seluruh kepenuhan Ketuhanan secara jasmani” – Co 2:9. B. Pikiran manusia, terbatas dan lemah, bergumul dengan misteri besar ini, tetapi Yesus adalah “Allah yang dimanifestasikan dalam daging”! – 1 Ti 3:16 Bacajuga: Lahir pada 25 Desember, Pria Ini Diberi Nama "Slamet Hari Natal". Darmo, salah seorang perangkat desa setempat, membenarkan bahwa Slamet Hari Natal dalam kesehariannya dipanggil Slamet Yesus. "Iya, memang dipanggil Slamet Yesus," katanya. Slamet Hari Natal lahir pada 25 Desember 1962. Karena lahir bertepatan dengan peringatan hari TafsirYohanes 20: 19 - 31 Latar belakang perikop. Kalau kita melihat konteks dari perikop Yohanes 20: 19-31, maka kita dapat melihat bahwa setelah kematian Yesus, para murid berada dalam kondisi kesedihan dan ketakutan, walaupun telah mendengar bahwa Yesus telah bangkit, seperti yang dikatakan kepada Maria Magdalena (Mat 28: 9 ; Mrk 16: 1,9; Yoh 20: 14 PerayaanMisa Natal di Gereja Nativity, Tempat Kelahiran Yesus. 35:54. Film Rohani Kristen | Klip Film MISTERI KETUHANAN SEKUEL(6)Apakah Tuhan Yesus Adalah Putra Tuhan Atau Tuhan Sendiri? Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. 20:55. Film Rohani Kristen - Klip Film Mimpiku Tentang Kerajaan Surga(4)Apakah Perbedaan Antara Pekerjaan Pernahada seorang ibu datang dari tempat yang jauh ingin sekali bertemu dengan anak-anaknya, tapi sayang anak-anaknya tidak mau menyambut dia. Menyaksikan hal itu, sepertinya peristiwa 2000 tahun lalu yang terjadi di kandang Betlehem terulang kembali. Tiada tempat bagi ibu itu, baik di rumah anak-anaknya, lebih lebih lagi di hati anak-anaknya. Apasaja nama dan gelar Yesus Kristus? Apakah Yesaya pasal 53, 'Hamba Tuhan Yang Menderita', merupakan nubuatan tentang Yesus? Apakah yang dimaksud Jalan Salib itu, dan apa saja yang bisa kita pelajari darinya? Apakah Yesus hanyalah mitos? Apakah Yesus hanya tiruan dewa berhala dari agama kuno lainnya? Materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, menurutnya sebenarnya tidak ada. Alias hanya mengada-ada. - Paus Benediktus XVI juga mempermasalahkan tempat kelahiran Yesus, menurutnya Yesus bukan lahir di Nazareth sebagaimana yang diyakini secara umum . Caritahu mengapa Natal dirayakan pada 25 Desember. Apa Kata Alkitab tentang Perawan Maria? Ada yang berpendapat bahwa perawan Maria, yang melahirkan Yesus, terbebas dari dosa asal. Perhatikan bagaimana berdoa dalam nama Yesus menghormati Allah dan menunjukkan respek kepada Yesus. byEzra Tari. Download Free PDF View PDF. Kelahiran Yesus Menurut Injil Oleh: Sang Misionaris Pendahuluan Kapan dan di manakah Yesus dilahirkan telah menjadi persoalan yang sangat penting untuk dibahas, karena bagi sebagian Kristen bahwa kelahiran Yesus telah mengalami kesalahan dalam penghitungannya yang disebabkan karena adanya perbedaan Didalam artikel kali ini, saya berbagi, kutipan natal yang memberikan pengertian. Dan meneguhkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang menyelamatkan kita dari dosa, membebaskan kita dari perbudakan, dosa dan betapa melalui setiap kutipan yang ada di dalam artikel ini. Nama TUHAN saja dimuliakan. Apa yang kita butuhkan. tsMYOdm. Sumber christmas geniusNews / 1 December 2021 Lori Official Writer 5. Raja Herodes Matius 2 13 Raja Herodes adalah orang yang paling menentang kedatangan Tuhan Yesus. Dia takut jika Yesus akan merebut kekuasaannya sebagai raja. Namun dengan pimpinan Tuhan, Maria dan Yusuf bisa melindungi bayi Yesus lolos dari pembantaian yang direncanakan oleh Raja Herodes. “Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."” Matius 2 13 4. Yesus Yohanes 3 16 Jangan lupakan fokus utama dari kisah ini yaitu Tuhan Yesus. Dia adalah tokoh utama dalam Natal. Yesus yang adalah Allah sendiri mau menjadi manusia untuk menyatakan kuasa dan kasih-Nya atas dunia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3 16 Baca Juga 7 Lagu Natal Paling Legendaris Sepanjang Masa 3. Yusuf Matius 1 18-25 Yusuf menjadi pria yang paling mendukung rencana Allah. Karena dia mau menerima Maria yang mengakui kehamilannya itu kepada Yusuf, yang saat itu adalah tunangannya. Sebagai pribadi yang hidup di dalam Tuhan, Yusuf mengambil tanggung jawab untuk menikahi Maria dan menjaganya selama proses mengandung hingga melahirkan dan melindungi bayi Yesus dari ancaman pembunuhan Raja Herodes. 2. Malaikat Gabriel Lukas 1 30-33 Gabriel bisa dibilang adalah orang pertama yang mengetahui rencana kelahiran Tuhan Yesus. Karena Bapa mengutus dia untuk menyampaikan kabar bahagia ini langsung kepada Maria. “Kata malaikat itu kepadanya "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Lukas 1 30-33 1. Maria Lukas 1 26-38 Maria adalah tokoh pertama dalam Alkitab yang menjadi saksi kelahiran Yesus. Dia adalah saksi nyata bagaimana Allah telah menggenapi nubuatan yang sudah dinyatakan jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi. Maria pun mengandung oleh Roh Kudus dan menerima kepercayaan tersebut sekalipun tantangan yang harus ia hadapi cukup sulit, bahkan mengancam nyawanya. Karena hamil di luar nikah adalah hal yang sangat memalukan menurut tradisi Yahudi. Namun setelah malaikat Gabriel menyampaika kabar tersebut, Maria dengan sepenuh hati berkata. “Kata Maria "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Lukas 1 38 Mari belajar dari tokoh-tokoh Natal ini, bahwa dengan ketaatan kita Tuhan akan melayakkan kita untuk menjadi saksi penting dari kuasa-Nya. Sementara dari Raja Herodes kita belajar bahwa kejahatan apapun tidak bisa membatalkan rencana Tuhan atas dunia. Jadi selama masa menyambut kelahiran Tuhan Yesus, mari belajar untuk mau taat dan setia seperti tokoh-tokoh Natal ini. Sumber Halaman 12Tampilkan Semua Sumber christmas geniusNews / 1 December 2021 Lori Official Writer Kelahiran Tuhan Yesus menjadi peristiwa yang paling fenomenal sepanjang sejarah. Umat Kristiani pun menetapkan kelahiran Yesus sebagai hari keagamaan istimewa yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Di Natal inilah, proses kelahiran Yesus diungkapkan secara gamblang kepada orang-orang percaya untuk kembali mengingatkan bahwa kehadiran Tuhan Yesus ke dunia terjadi karena rencana ilahi atas dunia. Karena itulah kita akan banyak berkenalan dengan tokoh-tokoh Natal yang menjadi saksi proses kelahiran Tuhan Yesus. Adapun 10 tokoh Natal ini diantaranya adalah 10. Yesaya Yesaya 9 Berabad-abad sebelum Yesus datang ke dunia, seorang nabi bernama Yesaya telah menubuatkan kedatangan-Nya di masa depan. Dia bahkan menyematkan nama Yesus dengan Sang Juruslamat’. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” Yesaya 9 6-7 9. Mikha Mikha 5 2 Seperti Yesaya, Mikha juga telah menubuatkan kelahiran Yesus bertahun-tahun sebelum peristiwa itu terjadi. Mikha bahkan menyampaikan siapa’ dan dimana’ Yesus akan dilahirkan. Dia menyebutkan kota Betlehem dan suku Yehuda berkaitan erat dengan sang Mesias tersebut. Mikha menyebutnya dengan spesifik. “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Mikha 5 2 Baca Juga 15 Gambar dan Ucapan Natal Lengkap dengan Ayat Alkitab 8. Elisabet Lukas 1 Elisabet adalah sepupu dari Maria. Saat Maria datang berkunjung, Elisabet yang saat itu sedang mengandung segera mengetahui bahwa Maria sedang mengandung sosok yang istimewa. Elisabet bahkan memuji Maria karena dia telah dipilih oleh Allah untuk mengandung sang Juruslamat dunia. “Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” Lukas 1 42 7. Orang Majus Orang Majus adalah salah satu tokoh Natal terfavorit. Mereka tidak hanya bersemangat untuk menyembah sang Raja yang baru lahir dan melakukan perjalanan untuk bertemu langsung dengan bayi Yesus. “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.” Matius 2 11-12 6. Simeon Lukas 2 34-35 Simeon adalah orang benar yang berpengharapan akan melihat Mesias sebelum dia mati. Kedatangan Tuhan Yesus pun dinyatakan kepadanya secara pribadi oleh Roh Kudus. “…kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.” Lukas 2 26 “Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri-, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Lukas 2 34-35 BACA HALAMAN BERIKUTNYA -> Sumber Halaman 12Tampilkan Semua Foto Imago/blickwinkel/McPhoto/A. SchauhuberSelain tidak ada satupun ayat yang spesifik, Natal dianggap sebagai tradisi pagan yang diadopsi menjadi peringatan agama Kristen. Hal ini menimbulkan polemik sehingga sejumlah kalangan tidak lagi merayakan Natal meski beragama Kristen. Seorang warga Alor di Nusa Tenggara Timur pada November 2019 silam menerima putusan kasasi hukuman penjara selama enam bulan karena dianggap bersalah telah menista Yesus. Sebelumnya Pengadilan Tinggi Kupang menjatuhkan vonis 18 bulan penjara, namun Mahkamah Agung mengembalikan masa hukuman selama enam bulan seperti vonis Pengadilan Negeri Kalabahi. Kasus ini boleh jadi baru pertama kali terjadi di Indonesia, dipenjara karena mempertanyakan kebenaran agamanya sendiri. Lamboan Djahamao mempertanyakan kelahiran Yesus yang diperingati setiap tanggal 25 Desember di akun Facebooknya dengan menulis "Ajaran Gereja bisa salah dan menyesatkan karena tidak ada satu pun ayat yang mencatat kalau Yesus lahir pada 25 Desember.” Meski ia mengaku Kristen, dalam pledoinya Lamboan Djahamao berterima kasih pada Majelis Ulama Indonesia yang mefatwakan tanggal 25 Desember sebagai budaya kafir. Seiring dengan perkembangan teknologi internet, banjir arus informasi melanda umat beragama. Beberapa tahun belakangan ini, polemik soal Natal sebagai hari kelahiran Yesus mencuat di kalangan umat Kristen yang sebetulnya berawal dari situs-situs non-Kristen. Tanggal 25 Desember disebutkan dirayakan oleh orang-orang Romawi dalam bentuk Festival Saturnalis guna memperingati Kelahiran Dewa Matahari Natalis Solis Invicti. Meski Romawi kemudian menjadi kerajaan Kristen sejak tahun 313 Masehi, Festival Saturnalia dituding terus diperingati dalam bentuk perayaan Natal. Tradisi pagan? Tuduhan Natal adalah perayaan pagan yang dicomot dari tradisi pra-Kristen menurut Yogie Prihantoro, lulusan The Center for Middle Eastern Christianity-ETSC dan Dominican Institute for Oriantal Studies, Kairo ini sebagai ‚kengawuran dan tidak ilmiah. Dalam sebuah percakapan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Semitik Moriah di Tangerang, Jawa Barat ini menyebut ada tiga fakta tentang Natal yang berkaitan erat dengan peringatan kelahiran Yesus yang sangat penting bagi umat Kristen. Fakta pertama, Yogie Prihantoro merujuk dari tulisan Bapa Gereja Santo Hyppolitus yang hidup pada tahun 170-235 Masehi yang dicatat dalam buku berjudul, "Commentary on Prophet Daniel 43” Komentar Atas Nabi Daniel 43 yang tertulis, "Untuk kedatangan TUHAN kita yang pertama sebagai manusia yang telah lahir di Betlehem delapan hari sebelum Januari, hari keempat dalam minggu itu, pada tahun ke-42 pemerintahan Kaisar Agustus.” Fakta kedua bersumber dari buku berjudul "The Coptic Didascalia” yang ditulis pada tahun 189 Masehi yang menulis, "Saudara-saudaraku, tetapkanlah hari-hari perayaan junjungan agung kita Yesus Kristus tepatnya di setiap tanggal 25 bulan kesembilan kalender Ibrani Kislev atau setiap tanggal 29 bulan keempat kalender Mesir Kyakh." Bulan Kislev mengacu pada kalender Gregorian atau Masehi jatuh pada bulan November atau Desember. Di masa itu Natal sudah dirayakan oleh jemaat gereja generasi awal. Lebih lanjut, kolektor naskah-naskah Alkitab kuno ini menambahkan fakta ketiga yang menegaskan perayaan Natal sudah lebih dulu diperingati oleh umat Kristen baru kemudian ditetapkan sebagai pemujaan terhadap Dewa Matahari Sol Invictus pada tahun 274 Masehi oleh Kaisar Markus Aurelius Rijkers adalah wartawan independen, IVLP Alumni, pendiri Hadassah of Indonesia, inisiator Tolerance Film Festival dan inisiator Monique Rijkers Penentuan tanggal kelahiran Meski Natal bukan tradisi pagan yang berkaitan dengan dewa-dewa, umat Kristen masih mempersoalkan tanggal dan bulan kelahiran Yesus Kristus. Polemik umumnya berawal pada kisah kelahiran Yesus yang terdapat di Alkitab yang menyebutkan malaikat mendatangi para gembala di padang guna memberitahukan kelahiran seorang juruselamat. Jika Yesus Kristus lahir pada bulan Desember maka di Betlehem sedang berada dalam musim dingin, sehingga tidak mungkin ada gembala menjaga domba di padang rumput. Untuk menjawab soal ini, kita patut mengetahui di masa itu domba-domba dipelihara di dalam gua-gua, sehingga meski cuaca dingin gembala-gembala tetap akan menjaga domba di dalam gua yang terletak di padang. Gereja Kelahiran Yesus Nativity Church di Betlehem dibangun oleh Ratu Helena dari Byzantium di atas bekas gua yang dianggap sebagai lokasi Maria melahirkan Yesus. Karena itulah umat Katolik umumnya mengenal "Gua Maria” karena gua menjadi lokasi peristiwa luar biasa, yakni seorang perawan Yahudi melahirkan bayi yang kelak memiliki pengikut terbesar di seluruh dunia yakni sekitar 2,4 milyar orang. Meski argumentasi bulan Desember sebagai musim dingin bisa diterima sebagai bulan kelahiran Yesus. Namun sesungguhnya banyak umat Kristen yang melupakan fakta bahwa Yesus Kristus lahir dari keluarga Yahudi yang memiliki perhitungan bulan berbeda dengan kalender Masehi. Alkitab menyediakan informasi detail namun tersembunyi mengenai waktu kelahiran Yesus Kristus. Pertama bisa dilihat dari kisah kelahiran Yohanes Pembaptis yang mendahului kisah kelahiran Yesus Kristus. Dalam Lukas 15-25 dijabarkan tentang imam di Bait Suci bernama Zakharia yang mendapat kabar dari malaikat tentang kelahiran anak yang ia nanti-nantikan Yohanes Pembaptis. Dalam tradisi Yahudi yang tertulis dalam Alkitab, seorang imam mempunyai jadwal yang teratur untuk melayani di dalam Bait Suci. Imam Zakharia termasuk dalam rombongan Abia. Rombongan Abia adalah rombongan ke delapan dari 24 rombongan imam yang ada lihat di 1 Tawarikh 241-19. Jika dihitung maka saat Imam Zakharia menjalani tugasnya terjadi pada bulan ke empat Tammuz, dengan demikian diperkirakan persetubuhan akan terjadi setelah masa tugas yakni pada bulan ke lima kalender Yahudi. Sembilan bulan kemudian Yohanes Pembaptis lahir pada bulan Iyar bulan kedua kalender Ibrani yang jatuh pada bulan April atau Mei. Dari Alkitab pula diketahui Maria, ibu Yesus Kristus yang sedang mengandung di bulan pertama berkunjung ke rumah Elizabet, ibu Yohanes Pembaptis yang sedang mengandung di bulan keenam Lukas 136. Berpatokan pada informasi inilah maka bisa dihitung bulan kelahiran Maria setelah mengandung selama sembilan bulan yakni melahirkan pada bulan Tishri yang jatuh pada bulan September atau Oktober menurut kalender Masehi. Berdasarkan perhitungan kalender Yahudi ini maka Yesus diperkirakan lahir pada bulan September atau Oktober berdekatan dengan Hari Raya Yahudi Sukkot Feast of Tabernacle yang dianggap memenuhi nubuatan tentang nama Yesus sebagai Imanuel yang berarti TUHAN ada bersama-sama dengan manusia. Jika Yesus lahir pada bulan September atau Oktober sesuai kalender Yahudi, dengan demikian Lamboan Djahamao sepatutnya tidak perlu dipenjarakan karena status Facebooknya bukan penistaan agama tetapi pertanyaan agama yang bisa dijawab secara ilmiah, tanpa perlu ada gugat-menggugat. Makna Natal menepis polemik Sebagai ranah privat, berkeyakinan dan beragama memang urusan pribadi. Namun keinginantahuan umat Kristen yang disampaikan lewat media sosial secara publik idealnya tidak perlu berakhir di depan hakim. Keinginantahuan pada religiusitas sesungguhnya sangat bagus dimiliki setiap individu ketimbang beragama tanpa pengertian, beribadah tanpa pengetahuan dan beriman tanpa nalar. Pertanyaan tentang iman sejatinya harus dilihat sebagai bentuk pembelajaran dan proses memperdalam pengenalan akan Tuhan tanpa kehilangan daya kritis. Kasus Lamboan Djahamao di Nusa Tenggara Timur tak perlu terjadi dan jangan sampai terulang kembali sebab yang terpenting dari kelahiran Yesus Kristus adalah mempercayai bahwa Natal adalah peristiwa yang benar terjadi dua ribu tahun lampau ketika Tuhan menjadi manusia dan berada di antara manusia Imanuel. Perbedaan tanggal dan bulan hanya soal kronologi, bukan teologi. Kapan merayakan Natal bukan persoalan utama dan bisa dikompromikan, buktinya dua aliran Kristen yakni Gereja Kristen Timur dan Gereja Kristen Barat merayakan Natal pada tanggal yang berbeda-beda. Gereja Orthodox Kristen Timur menggunakan kalender versi Julian yang berlaku sejak masa Kaisar Romawi Julius Julius Caesar yang menetapkan Natal pada tanggal 7 Januari, sedangkan Gereja Roma Katolik dan Gereja Protestan Kristen Barat menggunakan rujukan kalender Gregorian versi Paus Gregory XIII yang merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Tampaknya perbedaan tanggal kelahiran Yesus Kristus yang sudah berlangsung ribuan tahun tidak menjadi masalah krusial. Menurut Yogi Prihantoro yang pernah kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir umat Kristen di Mesir merayakan Natal dua kali karena Kristen Koptik yang lebih banyak jumlah pengikutnya merayakan Natal pada 7 Januari sementara umat Kristen Katolik Roma dan Protestan yang lebih sedikit jumlah pengikutnya merayakan Natal pada 25 Desember. Meski dalam perbedaan waktu perayaan, tujuan merayakan Natal adalah ucapan syukur atas nuzulnya Sang Kalimatullah Firman Allah yang telah menjadi manusia Yesus Kristus. Memahami makna Natal jauh lebih penting daripada sekadar seremoni tanpa esensi. Selamat merayakan Natal 25 Desember dan 7 Januari. hp monique_rijkers adalah wartawan independen, IVLP Alumni, pendiri Hadassah of Indonesia, inisiator Tolerance Film Festival dan inisiator IAMBRAVEINDONESIA. *Setiap tulisan yang dimuat dalam DWNesia menjadi tanggung jawab penulis *Bagi komentar Anda dalam kolom di bawah ini.