Menurut World Health Organization (WHO), jumlah kematian akibat kurang atau tidak melakukan aktivitas fisik cenderung tinggi. Setidaknya dalam satu tahun ada dua juta orang yang meninggal karena penyakit kronis yang diakibatkan kurang beraktivitas fisik. Maka dari itu menjadi penting untuk tetap melakukan aktivitas fisik selama 10 menit hingga Penyebab terjadinya gangguan mental pada anak hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan mental, diantaranya: 1. Riwayat kesehatan atau kondisi medis tertentu. Gangguan mental pada anak juga dipengaruhi oleh riwayat kesehatan anak sejak masih berada dimana faktor-faktor ini termasuk dalam faktor determinan sosial kesehatan jiwa (Cockerham, Hamby, & Oates, 2017). WHO (2014) dan (Lund et al., 2018) mendefinisikan determinan sosial kesehatan jiwa adalah keadaan dimana orang dilahirkan, tumbuh, hidup dalam sistem untuk menangani suatu penyakit. Determinan sosial Hubungan budaya dengan kesehatan mental dikemukakan oleh ( Wallace, 1963) meliputi tiga hal yaitu: kebudayaan yang mendukung dan menghambat kesehatan mental, kebudayaan memberi peran tertentu terhadap penderita gangguan mental, berbagai bentuk gangguan mental karena faktor budaya, dan upaya peningkatan pencegahan gangguan mental dalam telaah Penyebab Gangguan Jiwa dan Cara Mencegahnya. Penyebab gangguan jiwa disebabkan oleh kombinasi dari faktor, seperti biologis, psikologis, dan lingkungan. Risiko gangguan jiwa juga lebih tinggi jika memiliki sejumlah faktor risiko tertentu. Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1778/MENKES/XII/2010. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan ICU di Rumah Sakit. Jakarta : Departemen Kesehatan. Puri, Damayanti, H. (2007). Profil kejadia trauma kepala dirumah sakit daerah nganjuk periode 1 januari-31 desember 2007.1(1). Seperti yang dinyatakan oleh (Mashar, 2021) bahwa terdapat faktor lain yang mempengaruhi terjadinya stunting, diantaranya adalah pola asuh, imunisasi dasar, sanitasi dan hygiene, penyakit diare 1. Anak mengalami masalah kesehatan. Meskipun umumnya gangguan ini disebabkan oleh faktor kejiwaan, tetapi tidak menutup kemungkinan anak Anda mungkin mengalami masalah pada tubuhnya. Misalnya, alergi terhadap sesuatu, gangguan pendengaran, atau efek samping obat-obatan. 2. Masalah di sekolah. Masalah di sekolah kadang terbawa hingga ke rumah. Kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Gangguan menstruasi. Gangguan irama jantung. Penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir. Pada ibu hamil, kekurangan yodium dapat berbahaya bagi janin. Kekurangan yodium saat kehamilan dapat menyebabkan anak mengalami kretinisme ( hipotiroid kongenital atau bawaan). dengan optimal. Faktor lain yang mempengaruhi tingginya AKI adalah akses jalan yang buruk ke tempat pelayanan kesehatan. Bappenas (2010: 90) menambahkan faktor lain, yaitu faktor budaya di daerah tertentu. Secara nasional, menurut Detty S. Nurdiati, pakar Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, penyebab AKI paling tinggi adalah pendarahan. uPmCW.